TIMBANGAN TRUCK VGM

TIMBANGAN TRUCK VGM

TIMBANGAN TRUK VGM

IMO Wajibkan VGM Kontainer Ekspor Mulai 1 Juli 2016

VGM adalah verified gross mass

Organisasi Maritim Internasional atau International Maritime Organization (IMO) telah mengamandemen aturan mengenai Safety of Life at Sea (SOLAS) tentang Verified Gross Mass (VGM), yang mewajibkan seluruh stakeholder untuk melakukan verifikasi berat kotor container ekspor. bila tidak ada VGM di shipping document maka kontainer ekspor dapat ditolak atau ditahan di pelabuhan tujuan.

Indonesia harus siap memberlakukan VGM mulai 1 Juli 2016. Ini menyangkut kelancaran arus ekspor komoditas kita ke negara-negara tujuan.

Ketentuan tentang VGM tersebut, lahir dari berbagai insiden menyangkut kapal, muatannya, kru kapal serta pekerja di pelabuhan. “Banyak kasus kontainer nyemplung ke laut, kontainer berantakan di dalam kapal, bahkan kapal terbalik. Peristiwa tersebut muncul akibat tidak akuratnya berat kotor kontainer sehingga penempatannya (stowage plan) di kapal menjadi tidak tepat dan kapal tidak stabil.

Mantan nakhoda kapal tersebut mengutarakan tidak akuratnya berat kotor kontainer berpotensi merusak crane di kapal atau terminal. “Karena berat kontainer kotor melebihi dari batas toleransi kapasitas crane, maka crane bisa patah.

Kekeliruan tentang berat kotor kontainer, dapat mengakibatkan risiko cedera atau kematian terhadap awak kapal dan pekerja di pelabuhan, re-handling dan re-stowing, biaya operasi tinggi, kerusakan chassis dan kapal, supply chain mengalami keterlambatan.

Siapa yang bertanggungjawab terhadap verifikasi berat kotor kontainer. “Tanggung jawab sepenuhnya sebenarnya bukan pada shipper. Mereka memiliki tanggung jawab yang diperoleh atas verifikasi bruto peti kemas dan meneruskan informasi ini kepada pihak terkait.

KEWAJIBAN
Persoalan-persoalan menyangkut keselamatan pelayaran itu, dia menjelaskan mendorong IMO mengamandemen SOLAS. “Khususnya mengenai deklarasi VGM. Berdasarkan konvensi tersebut, maka diwajibkan pemberlakuan VGM mulai 1 Juli 2016,” ujar Syahbandar Tanjung Priok.

 

MANFAAT
Manfaat dari pemberlakuan VGM, mantan Atase Perhubungan RI di London tersebut menuturkan shipper (pengirim) yakni mengurangi risiko kerusakan kargo mereka. Bagi carriers (operator pelayaran) yakni meningkatkan keamanan untuk awak dan kapal, penghematan waktu dengan mengurangi pemuatan kembali dan menghindari pembatalan pada menit terakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *